PELATIHAN PUBLIC RELATION HINGGA PUBLIC SPEAKING
KREATIF, INOVATIF, DAN ISLAMI: ASATIDZ PONPES AL AZHAAR TULUNGAGUNG IKUTI PELATIHAN PUBLIC RELATION HINGGA PUBLIC SPEAKING TULUNGAGUNG – Guna meningkatkan mutu pelayanan Informasi dan kapasitas tenaga pendidik, Pondok Pesantren Al Azhaar Tulungagung menggelar pelatihan intensif selama dua hari, yakni pada tanggal 22–23 Juni 2026. Kegiatan ini fokus pada pembekalan Public Relation (PR), Public Speaking, hingga penguatan sistem internal lembaga. Berikut adalah laporan jalannya kegiatan dari hari ke hari:
Hari Pertama:
Menata Niat dan Strategi Humas Islami. Kegiatan pada hari Senin (22/06) dibuka dengan suasana khidmat melalui Dzikir Jamai yang dipimpin oleh Ustadz Abidin. Setelah itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al Azhaar Tulungagung, Kyai Haji Imam Mawardi, memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi. Dalam arahannya, KH. Imam Mawardi menekankan pentingnya kebersamaan. "Tidak ada masalah yang tidak terselesaikan dengan berjamaah. Dzikir jamai adalah solusi terbaik," tuturnya. Beliau juga mengingatkan bahwa guru masa kini harus menjadi fasilitator yang mampu mendiagnosa bakat, minat, hingga kecenderungan anak, serta mampu menciptakan ekosistem kelas yang hidup. Masuk pada sesi inti, Ustadzah Retnawati Firmansyah hadir sebagai pemateri pertama. Beliau mengupas tuntas seluk-beluk Public Relation (PR) atau kehumasan pada sekolah Islam. Peserta diajak memahami peran strategis dan prinsip komunikasi Humas yang berlandaskan perspektif Islam. Tidak hanya teori, acara dilanjutkan dengan sesi kerja kelompok. Para asatidz dikelompokkan berdasarkan paralel jenjangnya untuk langsung mempraktikkan ilmu dengan menyusun strategi nyata dalam meningkatkan Penerimaan Santri Baru (PSB).
Hari Kedua:
Asah Kemampuan Bicara dan Digitalisasi Manajemen. Memasuki hari kedua, Selasa (23/06), acara kembali diawali dengan berkah Dzikir Jamai bersama Ustadz Abidin. Agenda hari kedua ini lebih banyak berfokus pada peningkatan keterampilan individu asatidz. Ustadzah Ratna hadir mengisi sesi pertama dengan pelatihan Public Speaking. Pada sesi ini, para peserta diajarkan cara berkomunikasi yang efektif, percaya diri, dan menarik di depan publik—sebuah kemampuan yang sangat penting bagi seorang pendidik sekaligus syiar pesantren. Sebelum acara berakhir, para asatidz juga mendapatkan pembinaan mengenai Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG) yang disampaikan oleh Ustadz Nurdin. Sesi ini krusial untuk mendorong digitalisasi administrasi dan manajemen internal yang lebih rapi di lingkungan Al Azhaar. Seluruh rangkaian acara yang berlangsung produktif ini akhirnya resmi ditutup dengan pembacaan doa akhir majelis secara bersama-sama. Melalui pelatihan ini, para asatidz diharapkan siap membawa Ponpes Al Azhaar Tulungagung menjadi lembaga yang semakin profesional dan dicintai masyarakat.