Bina Usro ke-42
Bina Usro tanggal 22 Agustus 2026
Tulungagung — Kegiatan Bina Usro kembali menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah dan menambah kekuatan spiritual bagi seluruh asatidz. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di kediaman Ustadzah Wiwit di Kedungsuko, Tulungagung. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa sejak awal hingga akhir kegiatan.
Acara dipandu oleh Ustadzah Umi Hani selaku pembawa acara. Dengan tertib, beliau mengarahkan seluruh rangkaian kegiatan sehingga Bina Usro dapat berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan.
Kegiatan diawali dengan khotaman Juz 30 yang dibaca secara bersama-sama oleh seluruh asatidz. Bacaan dimulai dari Surah Al-Ghasyiyah hingga surah terakhir dalam Al-Qur'an. Setiap asatidz turut mengambil bagian dalam lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an, menciptakan suasana yang tenang dan menyejukkan hati.
Setelah khotaman Juz 30 selesai, acara dilanjutkan dengan doa khatam Al-Qur'an yang dipimpin oleh Ustadz Zain. Seluruh peserta mengikuti doa dengan penuh kekhusyukan, memohon keberkahan dari bacaan Al-Qur'an serta kebaikan bagi diri, keluarga, dan lembaga.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dzikir jama'i yang dipimpin oleh Ustadz Febri Ilafi. Lantunan dzikir yang dibaca bersama menjadi pengingat bagi seluruh asatidz untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperkuat hati dalam menjalankan amanah pendidikan.
Selanjutnya, Kepala Sekolah SMP Islam Al Azhaar Tulungagung, Ustadz Heru, menyampaikan sambutan. Dalam kesempatan tersebut, beliau memberikan penguatan kepada seluruh asatidz agar senantiasa menjaga kebersamaan, kekompakan, serta semangat dalam menjalankan tugas dan amanah di lingkungan sekolah.
Acara inti kemudian diisi dengan ceramah dan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Toha. Dalam penyampaiannya, beliau mengangkat tema tentang pentingnya menjaga hubungan antarsesama dengan landasan cinta karena Allah SWT.
Ustadz Toha mengingatkan bahwa dalam kehidupan rumah tangga, suami dan istri hendaknya tidak membiasakan diri untuk saling marah dan memperturutkan emosi. Pernikahan merupakan ikatan yang suci dan hendaknya menjadi jalan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebuah keluarga akan menjadi kuat apabila dibangun di atas ketaatan terhadap aturan dan ketentuan Allah.
Beliau juga menyampaikan bahwa ketika suatu saat keluarga mendapatkan ujian, hendaknya hal tersebut menjadi kesempatan untuk melakukan introspeksi dan evaluasi diri. Setiap ujian dapat menjadi pengingat untuk melihat kembali apakah ada kewajiban yang belum dijalankan atau aturan Allah yang mungkin pernah dilalaikan. Dengan demikian, seorang hamba tidak hanya menyalahkan keadaan, tetapi juga belajar memperbaiki diri dan semakin mendekat kepada Allah SWT.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Toha juga menjelaskan tentang pentingnya mencintai dan membenci karena Allah. Kesempurnaan iman tidak hanya diwujudkan melalui hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga melalui cara seseorang memperlakukan sesama makhluk-Nya. Karena seluruh makhluk merupakan ciptaan Allah SWT, maka hubungan antarmanusia hendaknya dilandasi dengan kasih sayang, kebaikan, dan niat untuk mendapatkan rida-Nya.
Beliau kemudian mengingatkan salah satu ungkapan Rasulullah SAW kepada sahabat Mu'adz bin Jabal RA:
>“Inni uhibbuka fillah,”
>“Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.”
Ungkapan tersebut menjadi gambaran indah tentang bagaimana seorang Muslim seharusnya membangun hubungan dengan saudaranya. Cinta, persahabatan, dan kebersamaan hendaknya tidak hanya didasarkan pada kepentingan duniawi, tetapi karena keinginan untuk bersama-sama berjalan menuju kebaikan dan mendapatkan rida Allah SWT.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan tentang amanah besar yang dipikul oleh Ustadz Heru sebagai Kepala Sekolah SMP Islam Al Azhaar Tulungagung. Amanah tersebut bukan sekadar sebuah jabatan, melainkan tanggung jawab untuk membawa sekolah menjadi semakin maju dan berkembang. Namun, kemajuan sebuah lembaga tentu tidak hanya bergantung kepada satu orang. Seluruh asatidz memiliki peran dan tanggung jawab untuk saling mendukung, menguatkan, dan bekerja sama dalam mewujudkan tujuan bersama.
Ustadz Toha menegaskan bahwa kasih sayang Allah dapat semakin terasa ketika manusia juga belajar menebarkan kasih sayang kepada orang-orang di sekitarnya. Kasih sayang tersebut dimulai dari keluarga, kemudian kepada teman, saudara, tetangga, dan seluruh orang yang berada dalam lingkungan kehidupan kita.
Melalui kegiatan Bina Usro ini, diharapkan seluruh asatidz semakin memiliki ikatan persaudaraan yang kuat, bukan hanya sebagai rekan dalam menjalankan tugas pendidikan, tetapi juga sebagai saudara yang saling mencintai, mengingatkan, dan menguatkan dalam ketaatan kepada Allah SWT.
Kegiatan yang dilaksanakan di kediaman Ustadzah Wiwit ini menjadi salah satu momentum untuk mempererat kebersamaan. Semoga ukhuwah yang terjalin senantiasa terjaga, setiap amanah dapat dijalankan dengan penuh keikhlasan, dan seluruh keluarga besar SMP Islam Al Azhaar Tulungagung selalu diberikan keberkahan, kekompakan, serta kemudahan dalam menjalankan setiap perjuangan di jalan pendidikan.
Semoga dari rumah-rumah yang menjadi tempat berkumpulnya keluarga Bina Usro, lahir pula kekuatan ukhuwah yang mampu membawa seluruh asatidz untuk terus bertumbuh, saling menguatkan, dan bersama-sama melangkah menuju rida Allah SWT.