Manasik Haji LPI Al Azhaar Tulungagung yang diikuti oleh peserta dari PAUD, TK, SD, dan SMP.

Featured blog image
Kegiatan 30 May 2026

Manasik Haji LPI Al Azhaar Tulungagung yang diikuti oleh peserta dari PAUD, TK, SD, dan SMP.

Author

Administrator

Editor

Tulungagung, 30 Mei 2026

Suasana pagi hari yang cukup cerah dan religius ini, di lokasi Kemenag Tulungagung diselenggarakan Manasik Haji LPI Al Azhaar Tulungagung yang diikuti oleh peserta dari PAUD, TK, SD, dan SMP.

Anak-anak dan para asatidz diwajibkan memakai baju ikhram sebagai syarat mengikuti manasik haji ini. Anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu kelas kecil dan kelas besar.

Dipandu oleh MC Ust. Febri Ihlafi Singgah, sambutan pertama disampaikan oleh Ust. KH. Imam Mawardi Ridlwan. Beliau mengumandangkan kalimat talbiyah dan menyampaikan bahwa insyaAllah keinginan kita bisa dikabulkan oleh Allah SWT apabila kita berdoa dengan khusyuk di Padang Arafah. Tema hari ini adalah “Haji Mandiri”. Anak-anak sekarang berada di Padang Arafah, di Jabal Rahmah. Mari sama-sama kita memanjatkan doa kepada Allah SWT agar kita sungguh-sungguh dapat beribadah di Tanah Suci Makkah.

Bapak KH. Suryani dari Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung menyampaikan khutbah haji di hadapan anak-anak peserta manasik haji. Beliau menyampaikan bahwa kita berkumpul di Padang Arafah, tempat yang menjadi inti dari ibadah haji. Kita datang dengan berpakaian ihram. Di Padang Arafah ini, manusia belajar bahwa tidak ada kemuliaan sejati kecuali ketakwaan. Semua hadir sebagai hamba Allah, semua hadir untuk mendapatkan perlindungan-Nya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Haji adalah Arafah.” Hadits ini mengingatkan bahwa wukuf bukan hanya hadir secara jasmani, tetapi juga kembali kepada-Nya dengan sepenuh hati.

Tambahan pesan dari Ust. Lukman Hakim menyatakan bahwa Haji bukan sekadar nama, melainkan:
• Bukti Ketaatan: Panggilan istimewa untuk menyempurnakan rukun Islam.
• Komitmen Perubahan: Menjadi pengingat diri untuk menjaga sikap dan ibadah agar menjadi pribadi yang lebih baik.
• Gelar yang Mabrur: Gelar “Haji” atau “Hajjah” hanyalah tradisi Nusantara sejak zaman kolonial. Gelar yang sesungguhnya didambakan setiap muslim adalah Haji Mabrur, yang dibuktikan dengan akhlak mulia dan manfaat bagi sesama setelah pulang dari Tanah Suci.

Setelah itu, doa penutup dikumandangkan bersama dengan kalimat talbiyah. Para peserta manasik haji kemudian diberangkatkan secara bertahap: mulai dari PAUD, TK, Rubat, TK Tahfidz, TK dan SD Al Isro’, kemudian SD Al Azhaar kelas kecil, dan terakhir rombongan kelas besar SD, SMP, serta SMK.

Para jamaah haji kemudian melanjutkan rangkaian manasik dengan menuju Muzdalifah, melempar jumrah aqabah, tahallul awal, thawaf ifadah, sa’i, tahallul tsani, mabit di Mina dengan sholat sunnah dua rakaat, melontar jumrah pada hari tasyrik, hingga ditutup dengan thawaf wada’.

Setelah rangkaian manasik selesai, para santri dapat beristirahat dan menikmati konsumsi yang telah disiapkan oleh panitia. Kemudian para santri atau jamaah haji dapat pulang dan beristirahat.

SMP Islam Al Azhaar Tulungagung

Administrator

Editor