Majelis Dzikir Jama'i Al Azhaar dan Khotaman Yanbu'a ke XVI Pesantren Al Azhaar Tulungagung
Majelis Dzikir Jama'i Al Azhaar dan Khotaman Yanbu'a ke XVI Pesantren Al Azhaar Tulungagung
Tulungagung, Suasana yang begitu religius menyelimuti Hall Utama Pesantren Al Azhaar Tulungagung pada Ahad, 17 Mei 2026.
Seluruh Asatidz LPI Al Azhaar Tulungagung serta seluruh Wali Satri dikumpulkan menjadi satu dalam majlis yang penuh berkah ini. Diiringi dengan Hadroh dari Pondok Ribat Al Azhaar menambah semangat pagi ini.
Majlis dimulai pukul 07.00 wib dengan dzikir Jama'i yang dipimpin oleh Ust. Ulil Abshoor,
Setelahnya MC dari pondok Ribat memberikan informasi susunan acara majlis hari ini. Acara dilanjutkan dengan prosesi Khotaman Yanbu'a ke XVI yang dipandu oleh pembimbing Yanbu'a.
Khotaman Yanbu'a ke XVI dimulai dengan memanggil wisudawan naik keatas panggung, setelah semua wisudawan naik diatas panggung wisudawan disuruh duduk tahiyat akhir dengan membaca do'a sebelum belajar dan membaca juz amma dari surat ad Dhuha sampai an naas. Setelah itu wisudawan sujud syukur atas apa yang mereka raih sampai pada titik Khotaman Yanbu'a ini dan membaca surat pilihan yang sudah ditentukan oleh panitia dan wisudawan berdoa bersama.
Acara selanjutnya yaitu sambutan dari pengasuh pondok pesantren Al Azhaar Tulungagung yaitu Ust. Imam Mawardi Widlwan, beliau memberikan motivasi bahwa santriwan satriwati yang sudah menuntaskan Yanbu'a harus tetap menjaga hafalannya dan semangat untuk mengamalkannya.
Ayah bunda ini bukan sekedar pencapaian tapi hasil yang ayah dan bunda usahakan agar anak-anak dapat menghafal Al-Qur'an dengan baik. Beliau juga menyampaikan untuk anak-anak yang sudah lulus Yanbu'a menjadi anak yang Quratul 'ayun dan semoga saget menyelamatkan kita dari api neraka dan nanti anak-anak langsung masuk dikelas Tahfidzul Qur'an.
Semoga kakak yang belum tuntas tetap semangat, Nabi pernah berpesan:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
Khoirukum man ta'allamal-Qur'āna wa 'allamah.
Artinya:
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya."
Sambutan kedua disampaikan oleh koordinator Yanbu'a yaitu Ust. Zainul Abidin, beliau menyampaikan mengucapkan rasa syukur dan bangga kepada para santri yang sudah menuntaskan pembelajaran dengan metode Yanbu'a sampai ke tahap khotam, dan Alhamdulillah para santri Al Azhaar Tulungagung ada 126 santri yang mengikuti Khotaman Yanbu'a. Alhamdulillah santri ditahun ini mengalami peningkatan dari pada ditahun kemarin. Semoga para santri dapat yang sudah khotam Yanbu'anya dapat memotivasi teman-temannya agar dapat menyusul Khotaman juga. Dan setelahnya tebak-tebakan penggalan ayat dan santri diminta untuk menyebutkan kandungan atau hukum bacaan pada penggalan ayat yang ditampilkan dilayar. Beliau Ust. Abidin menunjuk beberapa santri untuk menjawab pertanyaan yang telah disiapkan oleh panitia Yanbu'a. Ada beberapa santri yang suka rela mengacungkan dan memberanikan diri untuk menjawab pertanyaan yang ditampilkan dilayar TV. Terakhir beliau berpesan agar santri Khotaman Yanbu'a ini dapat terus menjaga dan mengamalkan hafalannya dan dapat memotivasi teman-temannya.
Materi inti yang disampaikan oleh Prof. DR HM Baharun dan Habib Syekh Bin Musthofa Ba'abud. Tema hari ini adalah Santri Mencintai Al Qur'an.
Beliau Prof. DR HM Baharun menyampaikan bahwa memberi ilmu tidak pandang usia, berkaitan dengan tema beliau menambahkan bahwa tidak hanya santri yang cinta Al Qur'an tapi wali santri juga harus cinta Al Qur'an, dalam membaca Al-Qur'an tidak ada kata terlambat usia lanjut jika kita niat untuk menghafal Al-Quran maka insyaallah Allah akan mempermudah jalan kita. Menghafal Al-Qur'an dimulai dengan Al Fatihah banyak orang-orang yang minta doa rata-rata dikasih dengan surat Al Fatihah, rata-rata surat yang disukai ibu-ibu yaitu surat Yassin dan surat Thaha. Dalam menghafal Al-Qur'an tidak hanya menghafal tapi harus mentadaburi kandungan dalam ayat-ayat dalam Al-Qur'an, seperti halnya seekor semut yang memiliki rasa berbagi dan saling kompak maka manusia harus bisa meniru jalan kerjanya semut. Kita harus belajar dari semut dari disiplinnya, dari sikap mau mengantri dari keteguhannya dalam bekerja kerasnya. Maka ilmu itu bisa kita dapatkan dari mana saja dan santri beserta wali santri juga bisa belajar Al Qur'an dari mana saja, bisa dari alat-alat elektronik atau dari guru yang mampu mengajari kita, maka jangan patah semangat dalam menghafalkan Al-Qur'an.
Beliau Habib Syekh Bin Musthofa Ba'abud menyampaikan dalam riwayat At Tirmidzi dari saydina Abi Hurairah Radhiyallahu Nabi Muhammad Saw bersabda "Yaji'ul Qur'an Yaumul Qiyamah" (Al-Qur'an datang pada Hari Kiamat) merujuk pada janji Rasulullah SAW bahwa Al-Qur'an akan hadir sebagai penolong (syafa'at) bagi pembaca dan pengamalnya. Al-Qur'an akan bersaksi dan memohonkan ampunan kepada Allah SWT agar mereka diselamatkan dari azab. Al Qur'an memohon kepada Allah untuk memberikan tambahan kemuliaan kepada penghafal Al-Quran, maka Allah memberikan pakaian kehormatan yang tiada tandingannya. Apabila orang tua tidak bisa menghafal Al-Qur'an akan tetapi dia mempunyai anak penghafal Al-Qur'an maka orang tuanya akan dapat keberkahannya. Al Qur'an apabila diberikan hak nya maka Allah akan mempermudah segalanya. Maka peran orang tua sangat perlu untuk mendampingi anak-anaknya untuk menjadi penghafal Al-Qur'an.
Selanjutnya tanya jawab terkait tema hari yaitu mencintai Al Qur'an.