Pembinaan Manasik Haji Asatidz

Featured blog image
Kegiatan 15 May 2026

Pembinaan Manasik Haji Asatidz

Author

Administrator

Editor

Asatidz SMP Islam Al Azhaar Tulungagung Khidmat Ikuti Manasik Haji di Gedung Dakwah

TULUNGAGUNG Suasana religius menyelimuti Gedung Dakwah SMP Islam Al Azhaar Tulungagung pada Jumat (15/05/2026). Assatidz berkumpul untuk mengikuti rangkaian kegiatan manasik haji yang diawali dengan pembacaan *Dzikir Jamai* secara khusyuk. Kegiatan yang bertujuan menanamkan nilai-nilai spiritual sejak dini untuk santri ini, dimulai dengan pembukaanOleh Ustadz Heru, dilanjutkan dengan sambutan dan penyampaian materi inti oleh Ustaz Imam Mawardi.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Imam Mawardi menekankan bahwa esensi dari haji adalah mencapai predikat *Mabrur*, yang secara bahasa berarti kebaikan. Beliau menjelaskan bahwa ibadah haji yang dijalankan dengan penuh kebaikan merupakan kunci utama bagi seorang hamba untuk meraih balasan surga. Manasik ini pun disebut sebagai bentuk doa yang dipraktikkan, sebuah ikhtiar agar kelak para siswa diberikan kemudahan untuk menunaikan ibadah haji yang sesungguhnya di Baitullah.

Selama sesi materi, para assatidz diajak memahami urgensi manajemen dalam beribadah. Ustaz Imam mengingatkan agar setiap urusan dan keinginan selalu dibarengi dengan doa yang berkelanjutan, khususnya permohonan agar Allah memudahkan langkah kaki menuju tanah suci. Setiap assatidz hendaknya juga memimpin santri untuk berdoa sebagai ungkapkan rasa syukur sekaligus mendoakan orang tua dan guru agar segera dimudahkan berangkat ke Baitullah.

Beralih ke aspek teknis ibadah, Ustadz Imam menjelaskan secara detail urutan perjalanan haji. Dimulai dari pengambilan *Miqat di Bir Ali* sebagai syarat masuk Kota Makkah untuk melaksanakan Umrah Wajib, hingga pemaknaan mendalam tentang *Padang Arafah*. Di tempat ini, para siswa diajarkan bahwa fokus utama adalah berdoa, yang dirangkai dengan pelaksanaan Shalat Dhuhur jika siang jika belum memasuki waktunya bisa sholat Dhuha dan mendengarkan khotbah. Tak lupa, beliau memaparkan pengalaman spiritual di Madinah yang menjanjikan pahala setara Umrah.

Menjelang akhir materi, dibahas pula mengenai kedisiplinan saat berada di *Muzdalifah* untuk melakukan *Mabit* (bermalam) dan mengumpulkan batu kerikil. Perjalanan kemudian berlanjut menuju *Mina*,  jamaah memiliki pilihan untuk berjalan kaki atau menggunakan bus. Ustaz Imam menekankan pentingnya ketahanan fisik dan mental, mengingat jamaah harus menetap di Mina mulai petang hingga malam hari berikutnya sebagai bagian dari ketetapan ibadah yang tertata.

Setelah Mina menuju Jamarat (tempat lempar Jumrah) dan melaksanakan Tahalul. Selesai sudah rangkaian Haji. Waktu yang tersisa dilajutkan sesi tanya jawab. Beliau menyampaikan apa yang harus dilakukan dan menyampaikan agar jangan terlalu memikirkan dunia saat beribadah.

Selanjutnya Assatidz diarahkan untuk langsung Praktik manasik Haji di lokasi yang telah ditentukan panitian.

SMP Islam Al Azhaar Tulungagung

Administrator

Editor