Majlis Dzikir Jama’i
Pesantren Al Azhaar Tulungagung menyelenggarakan kegiatan Majlis Dzikir Jama’i yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan semangat kebersamaan. Acara ini dihadiri oleh para santri, wali santri, serta masyarakat umum yang datang untuk memperkuat spiritualitas sekaligus berpartisipasi dalam berbagai program sosial dan kemanusiaan. Rangkaian kegiatan diawali dengan pendaftaran donatur baru, yang menjadi bagian dari upaya pesantren dalam memperluas jaringan kebaikan dan keberlanjutan program dakwah serta pendidikan. Melalui langkah ini, Pesantren Al Azhaar mengajak masyarakat untuk turut ambil peran dalam pembangunan lembaga pendidikan Islam yang berorientasi pada kemanfaatan umat.
Pada kesempatan yang sama, panitia juga membuka pengumpulan donasi untuk perbaikan jalan SD Al Azhaar. Infrastruktur yang memadai dinilai sangat penting untuk menunjang aktivitas belajar mengajar. Perbaikan jalan tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi para siswa, guru, serta orang tua yang setiap hari melintas. Kepedulian sosial juga ditunjukkan melalui penggalangan donasi bagi korban bencana di Sumatra. Jamaah diajak untuk menumbuhkan empati dan solidaritas terhadap saudara-saudara yang tengah menghadapi musibah, sebagai wujud nyata ajaran Islam tentang tolong-menolong dalam kebaikan. Selain itu, kegiatan sosial lainnya turut mewarnai acara, seperti berbagi sayur kepada masyarakat serta penjualan sembako dengan harga terjangkau. Program ini mendapat sambutan positif karena langsung dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Suasana majlis semakin hidup dengan lantunan sholawat, yang mengiringi jalannya acara dan menambah ketenangan hati para jamaah. Dzikir dan sholawat menjadi pengingat akan pentingnya mendekatkan diri kepada Allah dalam setiap aspek kehidupan. Pada sesi penyampaian materi, Abah Imam Mawardi memberikan tausiyah mengenai hubungan antara teknologi dan dunia pendidikan. Beliau menekankan pentingnya sikap bijak dalam memanfaatkan teknologi agar menjadi sarana peningkatan ilmu, bukan sebaliknya menjadi penghambat pembentukan akhlak generasi muda. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari Dr. Syeikh Zen bin Muhammad bin Abdullah Al-Khotib, pakar Tibbun Nabawi asal Tarim, Hadramaut. Beliau mengulas prinsip-prinsip kesehatan dalam Islam serta pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan spiritual. Majlis Dzikir Jama’i ini menjadi gambaran nyata bahwa Pesantren Al Azhaar Tulungagung tidak hanya fokus pada kegiatan ibadah, tetapi juga berperan aktif dalam pendidikan, kesehatan, dan kepedulian sosial demi kemaslahatan.