Hari Ke-5 MOS SMP Islam Al Azhaar Tulungagung
Membentuk Santri yang Tangguh, Peduli, dan Siap Menghadapi Berbagai Tantangan
Rangkaian Masa Orientasi Santri (MOS) SMP Islam Al Azhaar Tulungagung Tahun Pelajaran 2026/2027 berlanjut pada Selasa, 14 Juli 2026. Kegiatan diawali dengan registrasi dan pengecekan kehadiran santri baru yang dipandu oleh pengurus OSIS. Setelah seluruh peserta berkumpul, kegiatan dilanjutkan dengan mengaji bersama sebagai bentuk pembiasaan untuk mengawali aktivitas dengan memohon keberkahan dan kemudahan dari Allah Swt. Selanjutnya, seluruh peserta menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars Al Azhaar, Jingle MPLS Ramah, serta lagu Rukun Sama Teman, kemudian mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat. Rangkaian kegiatan pembuka tersebut berlangsung dengan tertib dan penuh semangat sehingga menciptakan suasana yang kondusif sebelum memasuki sesi penyampaian materi.
Materi pertama pada hari kelima mengangkat tema Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang disampaikan oleh Ustazah Bella dan Ustazah Hani. Melalui materi ini, para santri baru diberikan pemahaman mengenai pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekolah maupun di sekitar tempat tinggal. Peserta dikenalkan pada langkah-langkah dasar yang perlu dilakukan ketika menghadapi situasi darurat, mulai dari menjaga ketenangan, mengikuti arahan guru atau petugas, hingga mengutamakan keselamatan diri dan orang lain. Edukasi ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa kesiapsiagaan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dibangun sejak dini.
Selain memahami prosedur keselamatan, peserta juga diajak untuk menyadari pentingnya membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan peduli terhadap sesama. Sekolah bukan hanya menjadi tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang bagi seluruh warga sekolah untuk saling menjaga dan bekerja sama ketika menghadapi berbagai situasi. Dengan bekal pengetahuan tersebut, diharapkan para santri memiliki sikap tanggap, disiplin, dan tidak mudah panik apabila sewaktu-waktu menghadapi kondisi darurat.
Pada sesi berikutnya, peserta mengikuti materi "Sahabat Hebat: Dengar, Peduli, dan Hargai" bersama LPA (Lembaga Perlindungan Anak). Materi ini menekankan pentingnya membangun hubungan yang sehat antarteman melalui sikap saling mendengarkan, menghargai perbedaan, serta peduli terhadap kondisi orang lain. Para santri diajak memahami bahwa setiap individu memiliki latar belakang, karakter, dan kemampuan yang berbeda sehingga perlu saling menghormati serta menciptakan lingkungan pertemanan yang positif. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya berani menyampaikan permasalahan kepada guru atau pihak yang dipercaya apabila mengalami ataupun menyaksikan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun teman.
Melalui materi tersebut, sekolah berharap seluruh santri baru mampu menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Sikap saling menghargai, tolong-menolong, serta menjaga perasaan sesama merupakan nilai-nilai yang harus terus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Dengan demikian, budaya saling menghormati dan menciptakan lingkungan belajar yang aman dapat terus terjaga sebagai bagian dari karakter santri SMP Islam Al Azhaar Tulungagung.
Menjelang berakhirnya kegiatan, panitia memberikan penugasan kepada seluruh peserta sebagai tindak lanjut dari materi yang telah disampaikan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama wali kelas yang menjadi momen untuk mempererat hubungan antara wali kelas dengan para santri baru. Setelah melaksanakan salat Dzuhur berjamaah, seluruh peserta dipersilakan kembali ke rumah masing-masing. Melalui rangkaian kegiatan pada hari kelima ini, diharapkan para santri semakin siap menjadi pribadi yang tangguh, peduli terhadap sesama, serta mampu berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh rasa kekeluargaan.